Postingan

A Review : Negeri Van Oranje (Film)

Gambar
              Negeri Van Oranje adalah sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, serta Rizki Pandu Permana, menampilkan Tatjana Saphira (Lintang),  Chicco Jerikho (Geri), Abimana Aryasatya (Wicak),  Arifin Putra (Banjar), dan Ge Pamungkas (Daus) sebagai pemain utama.             Film ini menceritakan kisah lima bersahabat (Lintang, Geri, Wicak, Banjar, dan Daus) ketika mereka menempuh studi master di Belanda. Awalnya, pertemuan terjadi secara tak sengaja hingga mereka bisa saling mengenal dan akhirnya menjadi sahabat. Tak disangka, persahabatan tersebut berujung menjadi rasa suka pada perempuan yang sama, yaitu Lintang. Lintang pun harus memilih satu diantara keempat sahabatnya itu.             Cerita diawali dengan Lintang yang sedang mempersiapkan pernikahan...

Dari Gadis di Pinggir Jendela

Di tepi laguna biru nan cemerlang Ia membuka jeratan itu Seonggok rasa yang terabai Tak ada yang bersaksi Hanya ia dan Tuhannya yang tahu Dan dalam sepi Ia lepas satu per satu rasa itu Hingga tiada bersisa Ia lelah dengan bualan-bualan kosong tak bermakna Lelah dengan titah manis mereka Lelah dengan bincang palsu yang seakan perlu Ia terlanjur kecewa denganmu, teman. (D)

se.ren.di.pi.ti

Gambar
se.ren.di.pi.ti  [ks] Menemukan sesuatu yang menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya.                Tiba-tiba menemukan sebuah kata yang masih asing di telinga, namun saya yakin kalau setiap orang pernah mengalaminya , serendipiti. Sebuah kesenangan yang tak terduga atau “pleasant surprise”. Menemukan sesuatu yang telah sekian lama kita inginkan saat kita sudah lelah mencarinya dan barang itu tiba-tiba di depan mata adalah salah satu contohnya. Atau kesenangan-kesenangan yang lebih kecil, seperti menemukan permen di saku. Betapa bahagianya.             Saya percaya serendipiti bukan hanya kebetulan belaka. Bukankah Tuhan sudah mengatur bahkan sampai pada hal-hal terkecil dalam hidup kita? Ya, serendipiti adalah bagian dari rencana Tuhan, karena everything happens for reasons . (D)

bahagiamu

hai, kau yang sedang berdiri di ujung sana dan tersenyum lebar memandang dunia yang sedang berbaik hati padamu. tak ada kalut hari ini semua bersorak untukmu “aku berhasil, aku berhasil”, katamu. untuk kali pertama kau tak merasakan kehampaan  di hidupmu semua mengucap selamat untukmu. ya.. selamat, karena kau berhak bahagia. (D)

Ilalang dan Sajaknya

Dalam diam yang tak beranjak Ilalang merangkai sajak Tentang Hujan, Langit, dan Awan “tentang perkawanan” Senyumnya Ilalang berkisah Hujan Hujan. Seperti sendu saja nama itu. Hujan memang sedang bersendu. Menahan rindu. Lamanya tak jumpa Ilalang. Hujan sangat bersendu. Tak tahu kepada siapa  mengadu. Langit tak mau mendengar. Awanpun tak lagi bisa. Hujan ingin berlari saja. Meninggalkan Langit, memburu kedamaian. Namun, Hujan tahu. Mereka pernah satu. Hujan, Langit, dan Awan. Mereka pernah berkawan.  Dulu. Ilalang berkisah Langit Langit. Yang sungguh luas. Langit tersenyum puas. Ia kembali berkuasa. Menjadi Langit Sang Adikuasa. Langit tak lagi peduli Pada Hujan ataupun Awan. Langit telah bahagia. Sendiri. Langit sekarang tak perlu berkawan. Hanya kenangan yang perlahan menghilang. Tentang Awan dan Hujan. Ilalang berkisah Awan Awan. Sayang sekali, ia telah mati. Dibunu...

Lintang Alihan : Sketsa Senja (bagian 2)

2015, seminggu sebelum pertemuan Aku tak ingin meninggalkan kalian tanpa jejak. Ya, aku sengaja menulis ini. Kalau-kalau aku tak bisa bersama kalian lagi. Kecuali jika Tuhan berkehendak lain, nyawaku akan tetap tinggal. Dan aku bisa bersua dengan kalian, mimpi-mimpi nyataku. Aku hanya bisa membiarkan waktu memberi kepastian. Karena ia tak pernah membual. Inilah sketsa senjaku, kawan. Kutulis dibawah semburat kemerahan langit sebelum ia berubah jadi kelam. Dan sebelum mata ini tak bisa membuka lagi. Kutitip rindu di setiap goresan kata, namun aku tak berharap ia tersampaikan. Aku masih ingin bersama kalian, kawan. Menata kembali impian-impian lama kita. Untuk merangkai masa depan kita, bersama. Hah, tak terasa air mataku kini mulai menetes, memohon kepada-Nya agar aku diberi lebih waktu. Bagaimana lagi, waktu yang mungkin banyak disia-siakan orang, kini menjadi sangat berharga bagi orang-orang sepertiku. Maafkan aku karena pergi begitu saja. ...

yang me(layu)

Gambar
        dia yang mulai lelah menyimpan angan kosongnya tentang dirimu. dia telah kalah dan menyerah.   sudahlah. dia terluka oleh pesonamu. pergilah. menghilang. dia harus berdiri memungut jiwanya merekahkan kembali senyumnya. dan membiarkan dirimu memudar. tak lagi berpijar. kau bunga di hatinya. dan kau mulai layu. -D-